Berita dan Informasi Indonesia

Yayasan Bali Matangi Beri Nasi Bungkus Bagi Warga yang Kibarkan Kain Poleng

Ketua Yayasan Bali Matangi Agusyasha (kiri)dan Donatur Ketut Darmayasa (kanan)


DENPASAR-RadarDewata
Perekonomian masyarakat Bali benar-benar dibuat hancur oleh pandemi Covid-19, terlebih sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari 3 hingga 20 Juli 2021 mendatang. Sementara, belum ada bantuan kebutuhan pokok dari pemerintah. 

Saat ini, dibutuhkan semangat gotong-royong, saling menyemangati satu sama lain. Melihat kondisi tersebut, Yayasan Bali Matangi membuat gebrakan bagi-bagi nasi bungkus gratis  bagi warga seputar Kota Denpasar yang membutuhkan. 

Syaratnya, setiap rumah wajib memasang sobekan kain poleng (hitam-putih). Caranya diikat di pagar rumah atau dipasang layaknya bendera. 

Setelah itu foto dan kirim ke fitur messenger di akun Facebook @Yayasan Bali Matangi atau @Ketut Darmayasa Barak, sertakan alamat lengkap dan jumlah anggota keluarga inti.

"Esoknya, tim akan datang membawa nasi bungkus ke alamat bersangkutan," kata Putu Eka Agusyasha, Kamis (15/7/2021).

Agusyasha menceritakan, Yayasan Bali Matangi ingin berbagi, di tengah masa sulit seperti sekarang ini kepada sesama, khususnya masyatakat Bali yang ada di Denpasar tanpa  mengenal suku, ras atau golongan. 

Menggunakan kain poleng, kata Agusyasha, memiliki makna rwa bhineda. Tidak ada yang kaya ataupun yang miskin dalam konteks ini, sesama manusia kita wajib saling membantu atau menolong.

Bali Matangi, kata dia, sedang menghimpun sedikit dana agar bisa mengirim nasi bungkus buat "sameton" Bali yang benar-benar membutuhkan di masa pandemi.

"Kanggeang nasi bungkus kemanten anggen bertahan satu hari," kata Agusyasha. Pihaknya juga menggalang dana untuk kegiatan kemanusiaan ini. 

Menurutnya, beberapa orang donatur sudah mentransfer uang ke rekening yayasan. "Sinampura, kemiskinan itu bukan sesuatu yang memalukan. Itu adalah pelajaran karma yang hampir setiap orang pernah mengalaminya. Jangan sampai ada saudara kita yang tidak makan," ujar dia. 

Gerakan yang dia unggah di akun facebook pribadinya cukup menyita perhatian netizen. Baru beberapa menit, kolom komentar sudah ramai dan dibagikan berkali-kali. 

Ke depan, lanjut Agusyasha, simbol bendera poleng ini agar menjadi ciri bahwa kalau sudah sampai memasang bendera poleng berarti keluarga atau penghuni rumah tersebut dalam dilanda masalah yang perlu dibantu. (NBA)
Share:

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Definition List

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

Unordered List

Support